Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Distanparik) bekerja sama dengan Perum BULOG menyalurkan subsidi harga pangan secara serentak di empat kelurahan rawan pangan, yaitu Kelurahan Sugihwaras, Widuri, Pelutan, dan Mulyoharjo.
Program ini dirancang khusus untuk menjaga stabilitas pasokan makanan, menekan laju inflasi daerah, dan meringankan beban ekonomi keluarga berpenghasilan rendah. Berikut adalah narasi lengkap mengenai jalannya kegiatan tersebut:
Menjaga Ketahanan Pangan di Wilayah Pesisir dan Perkotaan
Kegiatan penyaluran dimulai sejak pagi hari dengan antusiasme tinggi dari warga di empat titik lokasi. Pemilihan Kelurahan Sugihwaras, Widuri, Pelutan, dan Mulyoharjo didasarkan pada data peta kerawanan pangan daerah. Sebagian besar sasaran program ini adalah komunitas nelayan tradisional, buruh harian lepas, dan keluarga prasejahtera yang paling terdampak oleh fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasaran.
Kolaborasi Strategis Distanparik dan BULOG
Dalam pelaksanaannya, Distanparik Pemalang bertindak sebagai fasilitator data pendataan by name by address agar bantuan tepat sasaran, sekaligus mengawasi jalannya birokrasi di lapangan. Di sisi lain, Perum BULOG bergerak cepat menyediakan komoditas pangan berkualitas premium—seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir—dengan harga yang sudah dipotong subsidi pemerintah hingga jauh di bawah harga pasar normal.
Proses Penyaluran yang Tertib dan Humanis
Aparat kelurahan setempat bersama petugas lapangan mendirikan posko distribusi di masing-masing kantor kelurahan untuk menghindari penumpukan massa. Warga yang telah membawa kupon resmi dapat menukarkannya dengan paket pangan murah secara tertib. Petugas juga memberikan pelayanan prioritas bagi warga lansia dan penyandang disabilitas, memastikan seluruh kelompok rentan mendapatkan hak mereka tanpa harus mengantre lama.
Dampak Nyata Bagi Masyarakat Pemalang
Melalui intervensi hulu-hilir ini, pemerintah daerah berhasil memotong rantai distribusi pasar yang mahal. Bagi warga Sugihwaras dan Widuri yang mayoritas mengandalkan hasil laut, serta warga Pelutan dan Mulyoharjo di sektor urban, kehadiran subsidi ini menjadi bantalan ekonomi yang sangat berarti. Kegiatan ini menegaskan komitmen Pemkab Pemalang dalam menghadirkan negara di tengah masyarakat demi mewujudkan daerah yang bebas dari rawan pangan dan gizi buruk.

