PEMALANG – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DISTANPARIK) Kabupaten Pemalang berkomitmen penuh dalam mewujudkan pasokan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang aman, bermutu, dan bergizi bagi masyarakat. Langkah nyata ini dibuktikan melalui pelaksanaan kegiatan pengawasan keamanan pangan yang intensif di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bojongbata, Kecamatan Pemalang.
Kegiatan yang dimotori oleh Tim Pengawasan PSAT Bidang Ketahanan Pangan ini bertujuan untuk memitigasi risiko cemaran kimia, khususnya residu pestisida, pada komoditas sayur dan buah yang didistribusikan ke masyarakat. Terlebih, keberadaan SPPG memiliki peran krusial sebagai pilar penyedia logistik pangan sehat untuk mendukung program pemenuhan gizi wilayah setempat.
Dalam pengawasan post-market ini, tim pengawas melakukan pengambilan sampel komoditas pangan segar secara acak langsung di lokasi. Komoditas yang menjadi fokus pemeriksaan meliputi aneka sayuran hijau, cabai, serta buah-buahan yang rentan terhadap paparan zat kimia selama masa tanam di tingkat hulu.
Sampel-sampel tersebut kemudian diuji secara langsung menggunakan metode uji cepat (rapid test kit). Pengujian ini dirancang untuk mendeteksi keberadaan senyawa organofosfat dan karbamat yang biasa terkandung dalam pestisida komersial secara akurat dan instan.
Berdasarkan hasil pengujian laboratorium di lapangan, seluruh sampel bahan pangan segar asal tumbuhan yang diperiksa dinyatakan 100% aman dan negatif dari kandungan residu pestisida di atas ambang batas normal. Hasil ini menunjukkan bahwa rantai pasok pangan yang masuk ke SPPG Bojongbata telah memenuhi standar keamanan konsumsi yang ditetapkan pemerintah.
Selain melakukan uji klinis, petugas DISTANPARIK juga memberikan pembinaan dan edukasi langsung kepada para pengelola SPPG serta para pemasok lokal. Mereka diimbau untuk terus mempertahankan prinsip higiene sanitasi serta memastikan legalitas sertifikasi atau registrasi PSAT berjalan dengan baik.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DISTANPARIK Kabupaten Pemalang menegaskan bahwa pengawasan berkala seperti ini akan terus digalakkan di berbagai SPPG lainnya secara bergantian. Upaya preventif ini diharapkan mampu memberikan rasa aman, menaikkan kepercayaan publik, sekaligus melindungi kesehatan masyarakat Pemalang dari dampak jangka panjang pangan yang tercemar zat kimia berbahaya.
