Menu Tutup

Restocking Kepiting Bakau Dalam Upaya Menjaga Kelestarian dan Populasi

Restocking kepiting bakau adalah upaya penebaran kembali bibit kepiting ke habitat alaminya (ekosistem mangrove) untuk menjaga kelestarian populasi, mendukung ekonomi nelayan dan memperkaya sumberdaya alam pesisir. Kegiatan rutin Dinas Perikanan Kab. Pemalang melaksanakan  Restocking kepiting ke alam. Benih Kepiting disebut juga dengan Kroyo. Bersama dengan Ibu Kepala Dinas, Era Srinaeni, S.Pi., MM., bersinergi dengan Kelompk Masyarakat Pengawas (POKMASWAS)  “Mina Mojo Mulyo” tebar sebanyak 4.000 ekor  bibit kepiting (Kroyo) di hamparan Desa Mojo Kecamatan Ulujami.

Kepiting bakau (mud crab) memiliki nilai ekonomis sangat tinggi karena permintaan pasar global yang besar, teruma dari negara luar sehingga menjadikan komoditas eskpor unggulan Indonesia dengan daging kaya protein dan nutrisi, serta produk olahan (kitin/kitosan).  Harga jualnya tinggi di pasar domestik maupun internasional, memberikan pendapatan signifikan bagi nelayan pesisir dan pengusaha budidaya, serta mendukung ekonomi masyarakat lokal di wilayah mangrove.

Kepiting bakau adalah komoditas perikanan yang sangat potensial secara ekonomi, menguntungkan dari sisi konsumsi (daging) dan produk turunan (cangkang), serta menjadi penopang ekonomi masyarakat pesisir Indonesia, meskipun pengelolaan berkelanjutan sangat penting.

Untuk menjaga kelestarian kepiting bakau, fokus utamanya adalah melindungi habitatnya (mangrove) dan menerapkan praktik penangkapan serta budidaya yang berkelanjutan, seperti menjaga ukuran kepiting yang ditangkap (tidak bertelur, ukuran minimal 1 kg), tidak merusak mangrove dan mengontro;l budidaya agar tidak mencemari lingkungan, yang semuanya mendorong keseimbangan ekosistem dan sumber ekonomi nelayan secara jangka panjang.

Related Posts